Mengenal Berbagai Jenis Emas: Emas Kuning, Putih, dan Rose Gold

Emas adalah logam mulia yang menjadi primadona dalam dunia perhiasan. Namun, tidak semua perhiasan emas memiliki warna yang sama. Selain emas kuning yang paling umum, ada juga jenis emas putih dan rose gold yang kian populer. Perbedaan warna ini bukan sekadar estetika, melainkan hasil dari campuran logam lain yang mengubah karakteristik dan sifat emas itu sendiri. Memahami perbedaan antara jenis emas ini sangat penting, terutama saat memilih perhiasan yang sesuai dengan selera, kebutuhan, dan anggaran.

Emas kuning adalah bentuk paling murni dari emas. Emas 24 karat memiliki warna kuning cerah dan merupakan 99,99% emas murni. Namun, emas murni bersifat sangat lunak, sehingga tidak ideal untuk perhiasan yang membutuhkan ketahanan. Oleh karena itu, emas kuning untuk perhiasan biasanya dicampur dengan logam lain seperti tembaga dan perak untuk meningkatkan kekerasannya. Campuran ini menurunkan kadar emas, misalnya menjadi 18 karat (75% emas) atau 14 karat (58,3% emas). Semakin tinggi kadarnya, semakin cerah warna kuningnya. Emas kuning dikenal karena keindahannya yang klasik dan timeless, cocok untuk berbagai acara dan gaya.

Kemudian ada emas putih, yang memiliki kilau modern dan elegan. Emas putih bukanlah logam yang ditemukan di alam, melainkan hasil campuran emas murni dengan logam berwarna putih seperti nikel, paladium, atau perak. Setelah dicampur, perhiasan emas putih dilapisi dengan logam Rhodium untuk memberikan kilau yang lebih putih dan tahan lama. Lapisan rhodium ini biasanya perlu diperbarui setiap beberapa tahun agar perhiasan tetap berkilau. Emas putih menjadi pilihan favorit banyak orang, terutama untuk cincin pertunangan dan perhiasan berdesain minimalis. Contohnya, pada hari Jumat, 22 April 2026, sebuah butik perhiasan di Surabaya melaporkan bahwa penjualan cincin tunangan emas putih meningkat 30% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menunjukkan popularitasnya yang terus naik.

Terakhir, ada jenis emas rose gold yang memancarkan pesona romantis dengan warnanya yang kemerahan. Warna unik ini didapatkan dari campuran emas murni dengan tembaga. Semakin banyak tembaga yang dicampurkan, semakin merah warna rose gold tersebut. Sama seperti emas putih, rose gold juga dicampur dengan logam lain untuk meningkatkan kekerasannya. Populer di era Victoria, rose gold kini kembali digemari, terutama oleh generasi muda. Warnanya yang hangat dan unik membuatnya ideal untuk perhiasan yang ingin tampil beda. Dengan memahami ketiga jenis emas ini, Anda bisa membuat keputusan yang lebih bijak saat membeli perhiasan, memilih yang tidak hanya indah, tetapi juga sesuai dengan nilai dan karakteristik yang Anda cari.